PROTO-INJIL SANTO YAKOBUS
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
oleh: Bambang Kuss
Bab 2
1. Sementara itu Hana (*) , isterinya sangat sedih dan bingung karena dua sebab, dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku akan meratapi baik keadaanku yang menjanda ditinggal suamiku maupun kemandulanku.” 2. Dan menjelang suatu hari raya Tuhan, Yudit, hambanya, berkata: “Sampai berapa lama engkau akan menyiksa jiwamu? Hari raya Tuhan sudah mendekat, tidak baik bagi seseorang untuk berdukacita. 3. Karena itu kenakanlah pakaian terbaik, yang diberikan oleh orang yang membuatnya bagimu, sebab tidak cocok jika aku, seorang hamba, memakainya, tetapi pakaian itu sangat cocok bagimu yang lebih mulia.” 4. Tapi Hana menjawab, “Pergilah dariku, aku tidak pantas untuk pakaian seperti itu, selain itu Tuhan sungguh membuatku hina, 4. aku takut orang keliru memberikan ini padamu dan kamu datang menambah parah keadaan dosaku”. 6. Lalu Yudit hambanya itu menjawab, “Kejahatan apa lagi yang kutimpakan padamu jika engkau tidak mendengarkan aku? 7. Aku tak ingin menambah besar kutuk yang engkau sandang, bahwa Allah menutup rahimmu, sehingga engkau tidak bisa menjadi seorang ibu di Israel.” 8. Atas perkataan itu Hana bertambah semakin sedih, dan setelah mengenakan gaun perkawinannya, pada pukul tiga sore ia berjalan-jalan di kebunnya, 9. dan ia melihat sebatang pohon salam, lalu ia duduk di bawah pohon itu, dan berdoa kepada Tuhan, katanya: 10. “Ya Allah para leluhurku, turunkanlah berkatMu kepadaku dan dengarkanlah doaku, seperti Engkau telah mendatangkan berkat pada rahim Sara, dan memberikan kepadanya seorang putera, Ishak.”(**)
(*) Hana(h) adalah nama Ibrani. Nama ini ditransliterasikan ke dalam berbagai bahasa lain menjadi Ann, Anna, atau Anne. Dalam transliterasi nama Ibrani itu, Kitab Suci Indonesia menggunakan Hana (Mis Hana isteri Tobit, ibu Tobias, Tob 1:9 dan nabiah dalam Luk 2:36-38), sedang bacaan-bacaan di luar Kitab Suci pada umumnya menggunakan Anna.
(**) Kej 21:2
Gerejani. Dogma. Kitab Suci. Pewartaan. Liturgi. Ajaran Sosial. Psikologi. Relasi.
Selasa, 06 Juli 2010
Sabtu, 03 Juli 2010
Kasih Dalam Kebenaran art 13-14
Kasih dalam Kebenaran (13)
(Caritas In Veritate)
Ensiklik Paus Benediktus XVI
Terjemahan oleh Bambang Kuss
13. Selain kaitan pentingnya dengan kelesuruhan ajaran sosial Gereja, Populorum Progressio juga sangat erat berhubungan dengan keseluruhan ajaran Paulus Vi, khususnya dengan ajaran sosialnya. Jelas ajaran Paulus VI adalah ajaran sosial yang sangat penting: ia menegaskan pentingnya ajaran Injil yang tak boleh dilupakan untuk membangun suatu masyarakat berdasarkan kebebasan dan keadilan, dalam suatu perspektif ideal dan historis atas peradaban yang dijiwai oleh kasih. Paulus VI dengan jelas memahami bahwa persoalan sosial sekarang menjadi masalah dunia (Paulus VI, PP, no.3) dan ia menangkap saling hubungan antara dorongan menuju kesatuan umat manusia dan cita-cita Kristen mengenai satu keluarga manusia yang solider dan bersaudara. Dalam hal perkembangan, yang dipahami secara manusiawi dan Kristiani, ia menunjukkan inti pesan sosial Kristen, dan ia mengusulkan cinta-kasih Kristiani sebagai daya utama bagi perkembangan. Tergerak oleh harapan untuk menjadikan kasih Kristus dapat dilihat oleh pria dan wanita sezaman, Paulus VI membicarakan soal-soal etika dengan tegas, tanpa melalaikan kelemahan budaya pada zamannya.
Teks Latin
13. Praeter quam quod cum universa Ecclesiae sociali doctrina nectuntur, eaedem Litterae encyclicae « Populorum progressio » arte cum toto Pauli VI magisterio coniunguntur, nominatimque cum sociali eiusdem magisterio. Sociali quidem doctrina plurimum ipse praestitit: pondus enim Evangelii confirmavit, quod societatis aedificandae gratia secundum libertatem iustitiamque, in quodam prospectu perfecto historicoque alicuius humani cultus qui amore imbuitur, praetermitti non potest. Paulus VI plane intellexit quo pacto socialis quaestio universalis facta esset [Cfr Litt. enc. Populorum progressio, 3: l.m., 258.] ipseque comprehendit quemadmodum coniunctionis impulsus atque christiana perfectio unius familiae populorum, in communi fraternitate solidalis, reciprocarentur. Progressionem secundum humanam christianamque rationem cardinem indicavit praeceptorum socialium christianorum atque christianam caritatem sicut praecipuam vim designavit ad progressum efficiendum. Cum cuperet ut Christi amor liquido huius temporis homini manifestaretur, firmiter magni momenti ethicis quaestionibus occurrit, minime culturalibus suae aetatis obsequens infirmitatibus.
Kasih dalam Kebenaran (14)
(Caritas In Veritate)
Ensiklik Paus Benediktus XVI
Terjemahan oleh Bambang Kuss
14. Dalam Surat Apostolik Octogesima Adveniens di tahun 1971, Paulus VI merenungkan arti politik dan bahaya yang terkandung di dalam pandangan-pandangan utopis dan ideologis yang menempatkan matra manusiawi dan etis dalam kekacauan. Soal-soal ini terjalin erat dengan perkembangan. Sayangnya, ideologi-ideologi negatif itu terus bertumbuh mekar. Paulus VI sudah menyampaikan peringatan [Paulus VI, PP, no 34] yang menentang ideologi teknokrat yang sedemikian marak sekarang, dengan sadar benar akan bahaya besar jika kita memercayakan keseluruhan proses pengembangan hanya pada teknologi saja, karena dengan demikian lalu akan kehilangan arah. Teknologi pada dirinya sendiri bersifat ganda. Jika di satu pihak dewasa ini ada yang condong untuk memercayakan proses perkembangan kepada teknologi, di pihak lain kita menjadi saksi atas munculnya ideologi-ideologi yang secara total menentang nilai perkembangan yang dianggap pada akarnya melawan kemanusiaan dan hanya menjadi sumber kemerosotan. Ini mengarah kepada suatu penolakan, bukan hanya atas cara yang menyimpang dan tidak adil melalui mana kemajuan kadang-kadang diarahkan, namun juga atas berbagai penemuan ilmiah yang jika diterapkan dengan baik sebenarnya dapat menjadi kesempatan perkembangan bagi siapa saja. Gagasan mengenai suatu dunia tanpa perkembangan menunjukkan kurangnya kepercayaan pada manusia dan pada Tuhan. Maka gagasan ini adalah merupakan suatu kekeliruan besar yang memandang rendah kemampuan manusia untuk mengatasi berbagai penyimpangan perkembangan, atau yang menyepelekan fakta bahwa pada dasarnya manusia diarahkan untuk “menjadi lebih”. Namun mencita-citakan kemajuan teknis belaka, atau memikirkan utopia untuk kembali pada suatu situasi kodrat awal manusia, adalah dua wawasam yang saling bertentangan yang sama-sama melepaskan kemajuan dari pertimbangan moral dan karenanya lepas dari tanggungjawab juga.
Teks Latin:
14. Per Litteras apostolicas Octogesima adveniens, anno MCMLXXI evulgatas, Paulus VI quaestionem tractavit rei politicae significationis et periculi, quod utopisticas ideologicasque opinationes secum importabat, quae ipsius ethicam humanamque qualitatem in discrimen ducerent. Argumenta haec sunt, quae cum progressione arte copulantur. Proh dolor malae ideologiae continenter augescunt. A technocratica ideologia, quae hodie maxime viget, ut caveretur Paulus VI iam monuit [Cfr ibid., 34: l.m., 274], cum sibi periculi conscius esset cunctum progressionis processum uni technicae arti committendi, cum hac ratione directio adimeretur. Technica ars per se ipsa ambigua est. Si hodie hinc ad eidem totum progressionis processum committendum inclinatur, illinc oriuntur inspiciunturque ideologiae quae ipsam progressionis utilitatem in universum detrectant, quae, detrimentum tantum allatura, funditus hominem aversari putatur. Sic non modo depravata ratio iniquaque, qua interdum progressum dirigunt homines, verum etiam ipsa scientifica inventa damnantur, quae, recte usurpata, omnibus incrementum capiendi dant facultates. Cuiusdam mundi sine progressione opinatio diffidentiam erga hominem Deumque demonstrat. Quapropter magnus est error humanas facultates progressionis pravitates moderandi spernere aut immo ignorare hominem sua natura ad « maius sui incrementum » esse proclivem. Cum absolute ad ideologicam rationem putatur technicus progressus aut utopia fingitur alicuius humanitatis, quae ad primigeniam naturae condicionem redeat, oppositae duae habentur opinationes, quae progressum a morali iudicio ideoque a nostra responsalitate disiungant.
(Caritas In Veritate)
Ensiklik Paus Benediktus XVI
Terjemahan oleh Bambang Kuss
13. Selain kaitan pentingnya dengan kelesuruhan ajaran sosial Gereja, Populorum Progressio juga sangat erat berhubungan dengan keseluruhan ajaran Paulus Vi, khususnya dengan ajaran sosialnya. Jelas ajaran Paulus VI adalah ajaran sosial yang sangat penting: ia menegaskan pentingnya ajaran Injil yang tak boleh dilupakan untuk membangun suatu masyarakat berdasarkan kebebasan dan keadilan, dalam suatu perspektif ideal dan historis atas peradaban yang dijiwai oleh kasih. Paulus VI dengan jelas memahami bahwa persoalan sosial sekarang menjadi masalah dunia (Paulus VI, PP, no.3) dan ia menangkap saling hubungan antara dorongan menuju kesatuan umat manusia dan cita-cita Kristen mengenai satu keluarga manusia yang solider dan bersaudara. Dalam hal perkembangan, yang dipahami secara manusiawi dan Kristiani, ia menunjukkan inti pesan sosial Kristen, dan ia mengusulkan cinta-kasih Kristiani sebagai daya utama bagi perkembangan. Tergerak oleh harapan untuk menjadikan kasih Kristus dapat dilihat oleh pria dan wanita sezaman, Paulus VI membicarakan soal-soal etika dengan tegas, tanpa melalaikan kelemahan budaya pada zamannya.
Teks Latin
13. Praeter quam quod cum universa Ecclesiae sociali doctrina nectuntur, eaedem Litterae encyclicae « Populorum progressio » arte cum toto Pauli VI magisterio coniunguntur, nominatimque cum sociali eiusdem magisterio. Sociali quidem doctrina plurimum ipse praestitit: pondus enim Evangelii confirmavit, quod societatis aedificandae gratia secundum libertatem iustitiamque, in quodam prospectu perfecto historicoque alicuius humani cultus qui amore imbuitur, praetermitti non potest. Paulus VI plane intellexit quo pacto socialis quaestio universalis facta esset [Cfr Litt. enc. Populorum progressio, 3: l.m., 258.] ipseque comprehendit quemadmodum coniunctionis impulsus atque christiana perfectio unius familiae populorum, in communi fraternitate solidalis, reciprocarentur. Progressionem secundum humanam christianamque rationem cardinem indicavit praeceptorum socialium christianorum atque christianam caritatem sicut praecipuam vim designavit ad progressum efficiendum. Cum cuperet ut Christi amor liquido huius temporis homini manifestaretur, firmiter magni momenti ethicis quaestionibus occurrit, minime culturalibus suae aetatis obsequens infirmitatibus.
Kasih dalam Kebenaran (14)
(Caritas In Veritate)
Ensiklik Paus Benediktus XVI
Terjemahan oleh Bambang Kuss
14. Dalam Surat Apostolik Octogesima Adveniens di tahun 1971, Paulus VI merenungkan arti politik dan bahaya yang terkandung di dalam pandangan-pandangan utopis dan ideologis yang menempatkan matra manusiawi dan etis dalam kekacauan. Soal-soal ini terjalin erat dengan perkembangan. Sayangnya, ideologi-ideologi negatif itu terus bertumbuh mekar. Paulus VI sudah menyampaikan peringatan [Paulus VI, PP, no 34] yang menentang ideologi teknokrat yang sedemikian marak sekarang, dengan sadar benar akan bahaya besar jika kita memercayakan keseluruhan proses pengembangan hanya pada teknologi saja, karena dengan demikian lalu akan kehilangan arah. Teknologi pada dirinya sendiri bersifat ganda. Jika di satu pihak dewasa ini ada yang condong untuk memercayakan proses perkembangan kepada teknologi, di pihak lain kita menjadi saksi atas munculnya ideologi-ideologi yang secara total menentang nilai perkembangan yang dianggap pada akarnya melawan kemanusiaan dan hanya menjadi sumber kemerosotan. Ini mengarah kepada suatu penolakan, bukan hanya atas cara yang menyimpang dan tidak adil melalui mana kemajuan kadang-kadang diarahkan, namun juga atas berbagai penemuan ilmiah yang jika diterapkan dengan baik sebenarnya dapat menjadi kesempatan perkembangan bagi siapa saja. Gagasan mengenai suatu dunia tanpa perkembangan menunjukkan kurangnya kepercayaan pada manusia dan pada Tuhan. Maka gagasan ini adalah merupakan suatu kekeliruan besar yang memandang rendah kemampuan manusia untuk mengatasi berbagai penyimpangan perkembangan, atau yang menyepelekan fakta bahwa pada dasarnya manusia diarahkan untuk “menjadi lebih”. Namun mencita-citakan kemajuan teknis belaka, atau memikirkan utopia untuk kembali pada suatu situasi kodrat awal manusia, adalah dua wawasam yang saling bertentangan yang sama-sama melepaskan kemajuan dari pertimbangan moral dan karenanya lepas dari tanggungjawab juga.
Teks Latin:
14. Per Litteras apostolicas Octogesima adveniens, anno MCMLXXI evulgatas, Paulus VI quaestionem tractavit rei politicae significationis et periculi, quod utopisticas ideologicasque opinationes secum importabat, quae ipsius ethicam humanamque qualitatem in discrimen ducerent. Argumenta haec sunt, quae cum progressione arte copulantur. Proh dolor malae ideologiae continenter augescunt. A technocratica ideologia, quae hodie maxime viget, ut caveretur Paulus VI iam monuit [Cfr ibid., 34: l.m., 274], cum sibi periculi conscius esset cunctum progressionis processum uni technicae arti committendi, cum hac ratione directio adimeretur. Technica ars per se ipsa ambigua est. Si hodie hinc ad eidem totum progressionis processum committendum inclinatur, illinc oriuntur inspiciunturque ideologiae quae ipsam progressionis utilitatem in universum detrectant, quae, detrimentum tantum allatura, funditus hominem aversari putatur. Sic non modo depravata ratio iniquaque, qua interdum progressum dirigunt homines, verum etiam ipsa scientifica inventa damnantur, quae, recte usurpata, omnibus incrementum capiendi dant facultates. Cuiusdam mundi sine progressione opinatio diffidentiam erga hominem Deumque demonstrat. Quapropter magnus est error humanas facultates progressionis pravitates moderandi spernere aut immo ignorare hominem sua natura ad « maius sui incrementum » esse proclivem. Cum absolute ad ideologicam rationem putatur technicus progressus aut utopia fingitur alicuius humanitatis, quae ad primigeniam naturae condicionem redeat, oppositae duae habentur opinationes, quae progressum a morali iudicio ideoque a nostra responsalitate disiungant.
Tentang Santa Anna, Injil Kelahiran Maria
BAB II
1 Setelah di tempat itu beberapa lama, pada suatu hari ketika ia sendirian, malaikat Allah berdiri di hadapannya dengan cahaya yang menyilaukan.
2 Kepadanya yang terkejut karena penampakan itu, malaikat yang menampakkan diri itu menghibur, katanya:
3 “Jangan takut, Yoakim, jangan terkejut karena melihat aku, sebab aku malaikat yang diutus Allah kepadamu, supaya aku memberitahukan kepadamu, bahwa doamu sudah didengarkan, dan segala dermamu naik ke hadapan Allah
4 Karena Dia telah menyaksikan betapa kamu malu, dan telah mendengarkan hinaan yang tidak adil karena kamu tidak punya anak: sebab Tuhan menghukum dosa, bukan kodrat;
5 Maka ketika Ia menutup rahim seseorang, Ia melakukannya dengan maksud ini, supaya dengan cara yang lebih ajaib Ia membukanya kembali, sehingga yang dilahirkan bukanlah hasil nafsu, tetapi karunia Allah.
6 Bukankah ibu leluhur bangsamu Sara mandul sampai usianya delapan puluh tahun? Sekalipun begitu pada akhirnya ia melahirkan Ishak pada masa tuanya, dan pada anaknya itu ada janji berkat bagi segala bangsa .
7 Rahel juga yang sungguh dikasihi Allah, dan sangat dicintai oleh Yakub yang kudus tetap mandul sampai lama, tetapi sesudahnya ia menjadi ibu Yusuf yang bukan saja menjadi penguasa di Mesir, tetapi juga membebaskan banyak bangsa dari kematian karena lapar
8 Siapa di antara hakim-hakim yang lebih perkasa dari Simson, atau lebih kudus dari Samuel? Namun ibu-ibu mereka sama-sama mandul
9 Jika semua ini tidak meyakinkan kamu akan kebenaran perkataanku, bahwa ada banyak orang mengandung di masa tua, dan bahwa mereka yang mandul kemudian melahirkan sehingga menimbulkan keheranan besar, maka Hana isterimu akan melahirkan bagimu seorang anak perempuan, dan kamu akan menamainya Maria;
10 Dia akan dibaktikan kepada Allah dari masa kecilnya, dan akan penuh dengan Roh Kudus sejak dalam kandungan ibunya .
11 Ia tak akan makan atau minum sesuatu yang haram, dan iapun tidak akan bergaul dengan orang kebanyakan, melainkan berada di dalam bait Allah; itu supaya ia tidak dihinakan atau dicurigakan melakukan apa yang buruk.
12 Maka ketika ia bertumbuh nanti, sebagaimana ia sendiri dilahirkan dengan cara yang ajaib dari seorang yang mandul, maka sewaktu ia masih perawan, dengan cara yang tiada duanya, ia akan melahirkan Putera Allah yang Mahatinggi, yang akan dinamai Yesus, dan sesuai dengan arti namaNya, Ia akan menjadi Penyelamat segala bangsa (Mat 1:21).
13 Dan inilah tandanya bagimu dari semua yang telah kukatakan, yaitu, ketika kamu sampai di Gerbang Emas Yerusalem, kamu akan menjumpai Hana yang sangat cemas karena kamu tidak segera pulang, dan dia akan bersuka cita menjumpai engkau.”
14 Setelah mengatakan semuanya itu, malaikat itupun pergi meninggalkan dia.
1 Setelah di tempat itu beberapa lama, pada suatu hari ketika ia sendirian, malaikat Allah berdiri di hadapannya dengan cahaya yang menyilaukan.
2 Kepadanya yang terkejut karena penampakan itu, malaikat yang menampakkan diri itu menghibur, katanya:
3 “Jangan takut, Yoakim, jangan terkejut karena melihat aku, sebab aku malaikat yang diutus Allah kepadamu, supaya aku memberitahukan kepadamu, bahwa doamu sudah didengarkan, dan segala dermamu naik ke hadapan Allah
4 Karena Dia telah menyaksikan betapa kamu malu, dan telah mendengarkan hinaan yang tidak adil karena kamu tidak punya anak: sebab Tuhan menghukum dosa, bukan kodrat;
5 Maka ketika Ia menutup rahim seseorang, Ia melakukannya dengan maksud ini, supaya dengan cara yang lebih ajaib Ia membukanya kembali, sehingga yang dilahirkan bukanlah hasil nafsu, tetapi karunia Allah.
6 Bukankah ibu leluhur bangsamu Sara mandul sampai usianya delapan puluh tahun? Sekalipun begitu pada akhirnya ia melahirkan Ishak pada masa tuanya, dan pada anaknya itu ada janji berkat bagi segala bangsa .
7 Rahel juga yang sungguh dikasihi Allah, dan sangat dicintai oleh Yakub yang kudus tetap mandul sampai lama, tetapi sesudahnya ia menjadi ibu Yusuf yang bukan saja menjadi penguasa di Mesir, tetapi juga membebaskan banyak bangsa dari kematian karena lapar
8 Siapa di antara hakim-hakim yang lebih perkasa dari Simson, atau lebih kudus dari Samuel? Namun ibu-ibu mereka sama-sama mandul
9 Jika semua ini tidak meyakinkan kamu akan kebenaran perkataanku, bahwa ada banyak orang mengandung di masa tua, dan bahwa mereka yang mandul kemudian melahirkan sehingga menimbulkan keheranan besar, maka Hana isterimu akan melahirkan bagimu seorang anak perempuan, dan kamu akan menamainya Maria;
10 Dia akan dibaktikan kepada Allah dari masa kecilnya, dan akan penuh dengan Roh Kudus sejak dalam kandungan ibunya .
11 Ia tak akan makan atau minum sesuatu yang haram, dan iapun tidak akan bergaul dengan orang kebanyakan, melainkan berada di dalam bait Allah; itu supaya ia tidak dihinakan atau dicurigakan melakukan apa yang buruk.
12 Maka ketika ia bertumbuh nanti, sebagaimana ia sendiri dilahirkan dengan cara yang ajaib dari seorang yang mandul, maka sewaktu ia masih perawan, dengan cara yang tiada duanya, ia akan melahirkan Putera Allah yang Mahatinggi, yang akan dinamai Yesus, dan sesuai dengan arti namaNya, Ia akan menjadi Penyelamat segala bangsa (Mat 1:21).
13 Dan inilah tandanya bagimu dari semua yang telah kukatakan, yaitu, ketika kamu sampai di Gerbang Emas Yerusalem, kamu akan menjumpai Hana yang sangat cemas karena kamu tidak segera pulang, dan dia akan bersuka cita menjumpai engkau.”
14 Setelah mengatakan semuanya itu, malaikat itupun pergi meninggalkan dia.
Jumat, 02 Juli 2010
Santo Tomas
Bahasa Aram, Tomas berarti “kembar”. Dia adalah salah seorang dari keduabelas murid Yesus yang tercantum dalam daftar para rasul (Mat 10:3; Mrk 3:18; Luk 6:14; Yoh 20:24; di mana ia juga disebut Didimus; Kis 1:13). Tomas diingat karena keraguannya dan sikapnya yang skeptis dan disebutkan dalam empat episode yang rinci dalam Injil Yohanes (Yoh 11:16; 14:5; 20:24-28; 21:2). Dalam episode yang pertama ia berkata bersedia mati bersama dengan Kristus, ketika di jalan menuju Betania ia berkata kepada teman-temannya: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia” (Yoh 11:16). Kemudian, ia berkata kepada Kristus: ''Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?'' Dan Yesus menjawab : ''Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:5-6). Ketiga, ia meragukan omongan teman-temannya sesama rasul yang menyatakan kepadanya bahwa mereka telah bertemu dengan Kristus yang bangkit dan ia ingin diizinkan melihat luka-luka pada tubuhNya yang telah dimuliakan (Yoh 20:25). Dan ketika bertemu dengan Kristus, Tomas berseru, ''Ya Tuhanku dan Allahku!'' (Yoh 20:28), dan Yesus menanggapinya, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29). Pengakuan Tomas akan keilahian Kristus menandai klimaks teologis Injil Yohanes.
Cerita-cerita dari zaman Kristen awal menyatakan bahwa Tomas pergi ke India dan menjadi martir di sana. Di sana ia dihormati sebagai pendiri jemaat Kristen Malabar, yang juga disebut jemaat Kristen Santo Tomas. Setiap tradisi Barat juga menyatakan bahwa Tomas pergi ke India, dan tradisi lisan tentang Jemaat Kristen Tomas ini kukuh dan sangat kuno.
Santo Tomas diperingati setiap tanggal 3 Juli.
Cerita-cerita dari zaman Kristen awal menyatakan bahwa Tomas pergi ke India dan menjadi martir di sana. Di sana ia dihormati sebagai pendiri jemaat Kristen Malabar, yang juga disebut jemaat Kristen Santo Tomas. Setiap tradisi Barat juga menyatakan bahwa Tomas pergi ke India, dan tradisi lisan tentang Jemaat Kristen Tomas ini kukuh dan sangat kuno.
Santo Tomas diperingati setiap tanggal 3 Juli.
Injil Tomas
Injil Tomas adalah suatu Injil yang tergolong sebagai tulisan apokrif (bukan kitab suci kanonik) yang ditulis dalam bahasa Yunani dan ditemukan di dalam terjemahan versi bahasa Koptik di antara berbagai papirus yang diketemukan di Nag Hammadi di Mesir pada tahun 1945-1946. Versi aslinya yang berbahasa Yunani, mungkin berasal dari abad kedua, tetapi versi terjemahan bahasa Koptik dari sekitar tahun 400. Teks Injil itu hanya berisi 114 kata dan perumpamaan yang dikatakan berasal dari Yesus. Injil Tomas adalah hasil karya aliran Gnostik Kristen dan dianggap penting bagi pelajaran tradisi Gnostik itu saja. Salah satu manuskrip Injil Tomas berbahasa Yunani dicetak oleh Cotelerius dan disimpan dalam Perpustakan Raja Perancis no. 2279.
Berikut ini kuterjemahkan Bab 1 dari Injil Tomas itu, sekedar untuk diketahui saja: (1) Tomas, seorang Israel, menganggap penting agar diketahui para saudara di antara bangsa-bangsa asing, tindakan dan mujizat Kristus di masa kanak-kanakNya, yang dilakukan Tuhan dan Allah kita Yesus Kristus sesudah Ia dilahirkan di Betlehem di negeri kita, yang membuatku kagum; awalnya adalah sebagai berikut|: (2) Ketika kanak-kanak Yesus berumur lima tahun datanglah hujan yang kemudian berhenti. Yesus bermain-main dengan anak-anak lelaki Ibrani lainnya mengikuti aliran air di parit; dan air itu setelah melewati suatu tebing, jatuh di sebuah telaga kecil; (3) Namun air itu serta merta lenyap dan bisa digunakan lagi; Yesus memindahkannya hanya dengan berkata-kata, dan air itu patuh kepadaNya. (4) Lalu Yesus mengambil tanah lempung yang lunak dari tepi parit dan membuatnya jadi dua belas bentuk burung pipit; dan ada beberapa anak laki-laki lain yang bermain-main bersamanya. (5) Namun ada seorang Yahudi melihat apa yang dilakukan Yesus, yaitu membuat bentuk pipit dari tanah pada hari Sabat, segera pergi dan memberitahu Yusuf, ayahNya, dan berkata: (6) Lihatlah, anakmu bermin-main di tepi sungai, mengambil tanah dan menjadikannya dua belas burung pipit, dan melanggar hari Sabat. (7) Lalu Yusuf tiba di tempat Yesus berda, dan ketika ia melihat Yesus, memanggilNya dan berkata, “Mengapa Kaulakukan apa yang dilarang diperbuat pada hari Sabat?” (8). Lalu Yesus bertepuk tangan, memanggil pipit-pipit itu, dan berkata: “Pergilah terbang dan selama kalian hidup ingatlah padaKu”, (9) maka pipit-pipit itu terbang dan bersuara ribut. (10) Orang-orang Yahudi yang melihat hal itu terheran-heran, dan pergi memberitahu para pemimpin mereka tentang mujizat yang mereka saksikan diperbuat oleh Yesus.
Berikut ini kuterjemahkan Bab 1 dari Injil Tomas itu, sekedar untuk diketahui saja: (1) Tomas, seorang Israel, menganggap penting agar diketahui para saudara di antara bangsa-bangsa asing, tindakan dan mujizat Kristus di masa kanak-kanakNya, yang dilakukan Tuhan dan Allah kita Yesus Kristus sesudah Ia dilahirkan di Betlehem di negeri kita, yang membuatku kagum; awalnya adalah sebagai berikut|: (2) Ketika kanak-kanak Yesus berumur lima tahun datanglah hujan yang kemudian berhenti. Yesus bermain-main dengan anak-anak lelaki Ibrani lainnya mengikuti aliran air di parit; dan air itu setelah melewati suatu tebing, jatuh di sebuah telaga kecil; (3) Namun air itu serta merta lenyap dan bisa digunakan lagi; Yesus memindahkannya hanya dengan berkata-kata, dan air itu patuh kepadaNya. (4) Lalu Yesus mengambil tanah lempung yang lunak dari tepi parit dan membuatnya jadi dua belas bentuk burung pipit; dan ada beberapa anak laki-laki lain yang bermain-main bersamanya. (5) Namun ada seorang Yahudi melihat apa yang dilakukan Yesus, yaitu membuat bentuk pipit dari tanah pada hari Sabat, segera pergi dan memberitahu Yusuf, ayahNya, dan berkata: (6) Lihatlah, anakmu bermin-main di tepi sungai, mengambil tanah dan menjadikannya dua belas burung pipit, dan melanggar hari Sabat. (7) Lalu Yusuf tiba di tempat Yesus berda, dan ketika ia melihat Yesus, memanggilNya dan berkata, “Mengapa Kaulakukan apa yang dilarang diperbuat pada hari Sabat?” (8). Lalu Yesus bertepuk tangan, memanggil pipit-pipit itu, dan berkata: “Pergilah terbang dan selama kalian hidup ingatlah padaKu”, (9) maka pipit-pipit itu terbang dan bersuara ribut. (10) Orang-orang Yahudi yang melihat hal itu terheran-heran, dan pergi memberitahu para pemimpin mereka tentang mujizat yang mereka saksikan diperbuat oleh Yesus.
Tentang Santa Anna, Proto-Injil Yakobus
PROTO-INJIL SANTO YAKOBUS
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
oleh: Bambang Kuss
Bab 1
1. Dalam riwayat kedua-belas suku Israel kita membaca ada seseorang yang bernama Yoakhim, yang sangat kaya, yang menyampaikan persembahan kepada Tuhan Allah dua kali lipat, dengan keyakinan: “persembahanku niscaya menjadi berkat bagi semua orang, dan karenanya aku akan mendapat kerahiman Tuhan Allah demi pengampunan dosa-dosaku”. 2. Namun pada suatu hari raya Tuhan, ketika anak-anak Israel menyampaikan persembahan mereka dan Yoakhim juga hendak menyampaikan persembahannya, Ruben, imam besar, menolak dia, katanya, “Tidak sepantasnya kamu menyampaikan persembahan, mengingat kamu belum punya anak keturunan dalam Israel.” 3. Kata-kata ini membuat Yoakhim sangat sedih, sehingga ia pergi menemui petugas pencatat silsilah kedua belas suku, untuk melihat apakah hanya dirinya saja yang tidak punya keturunan. 4. Dari penyelidikan itu diketahuinya semua orang benar mempunyai benih di Israel: 5. Lalu ia teringat bapa-bangsa Abraham, Bagaimana Tuhan memberi dia anak, yaitu Ishak, pada bagian akhir hidupnya; ingatan itu membuat Yoakhim amat sangat sedih, dan ia tidak mau pulang menemui isterinya; 6. ia pergi ke padang gurun, mendirikan tenda di sana, dan berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku tak akan makan atau pun minum, sampai Tuhan Allahku berkenan memandang diriku, dan doaku adalah makananku dan minumanku.”
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
oleh: Bambang Kuss
Bab 1
1. Dalam riwayat kedua-belas suku Israel kita membaca ada seseorang yang bernama Yoakhim, yang sangat kaya, yang menyampaikan persembahan kepada Tuhan Allah dua kali lipat, dengan keyakinan: “persembahanku niscaya menjadi berkat bagi semua orang, dan karenanya aku akan mendapat kerahiman Tuhan Allah demi pengampunan dosa-dosaku”. 2. Namun pada suatu hari raya Tuhan, ketika anak-anak Israel menyampaikan persembahan mereka dan Yoakhim juga hendak menyampaikan persembahannya, Ruben, imam besar, menolak dia, katanya, “Tidak sepantasnya kamu menyampaikan persembahan, mengingat kamu belum punya anak keturunan dalam Israel.” 3. Kata-kata ini membuat Yoakhim sangat sedih, sehingga ia pergi menemui petugas pencatat silsilah kedua belas suku, untuk melihat apakah hanya dirinya saja yang tidak punya keturunan. 4. Dari penyelidikan itu diketahuinya semua orang benar mempunyai benih di Israel: 5. Lalu ia teringat bapa-bangsa Abraham, Bagaimana Tuhan memberi dia anak, yaitu Ishak, pada bagian akhir hidupnya; ingatan itu membuat Yoakhim amat sangat sedih, dan ia tidak mau pulang menemui isterinya; 6. ia pergi ke padang gurun, mendirikan tenda di sana, dan berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku tak akan makan atau pun minum, sampai Tuhan Allahku berkenan memandang diriku, dan doaku adalah makananku dan minumanku.”
Tentang Santa Anna, Injil Kelahiran Maria
Injil Kelahiran Maria
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
Oleh : Bambang Kuss
Sepatah Kata Pengantar Dari Penerjemah
Injil adalah salah satu ragam sastera di masa Perjanjian Baru. Sebelum dituliskan, injil-injil terlebih dahulu berkembang sebagai tradisi lisan di dalam masyarakat. Di dalam pembukaan Injil yang ditulisnya, Santo Lukas mengatakan: “Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.” (Luk 1:1-2). Mungkin Lukas telah melihat ada yang benar dan ada yang salah dalam tulisan-tulisan Injil yang sudah beredar, sehingga ketika hendak menyusun Injilnya, ia mengadakan penyelidikan dengan seksama dari mulanya (bdk Luk 1:3).
Injil Kelahiran Maria termasuk injil-injil yang berangkat dari tradisi, yang diperkirakan berasal dari abad kedua. Karena tidak termasuk dalam kanon (daftar Kitab Suci) Perjanjian Baru, maka Injil Kelahiran Maria termasuk golongan Injil Apokrif. Ini tidak berarti apa yang tertulis di dalamnya keliru semua, melainkan ada yang benar, yang didukung oleh tradisi.
Injil Kelahiran Maria
BAB 1
1 Perawan Maria yang kudus dan mulia, yang terbit dari suku rajawi dan keluarga Daud, dilahirkan di kota Nazaret, dan dididik di Yerusalem, di Bait Allah Tuhan.
2 Nama ayahnya adalah Yoakim dan ibunya Hana. Keluarga ayahnya berasal dari Galilea dan dari kota Nazaret. Keluarga ibunya berasal dari Betlehem.
3. Mereka hidup lurus dan benar di mata Tuhan, saleh dan tanpa cela di hadapan manusia. Sebab mereka membagikan seluruh milik mereka menjadi tiga bagian:
4. Salah satu bagian mereka peruntukkan bagi Bait Allah dan petugas Bait Allah; sebagian yang lain diperuntukkan bagi orang asing dan orang miskin; dan bagian yang ketiga bagi diri mereka dan digunakan untuk keluarga mereka sendiri.
5. Dengan cara itulah mereka hidup selama dua puluh tahun secara murni, berkenan pada Allah, disukai sesama, namun tidak punya keturunan.
6. Namun mereka bernazar, sekiranya Tuhan berkenan memberikan anak, mereka akan membaktikan anak itu kepada Tuhan; karena itu mereka pergi beribadat di Bait Allah pada setiap perayaan. .
7. Demikianlah maka menjelang perayaan cahaya, Yoakim dan teman-temannya yang satu puak pergi ke Yerusalem, dan pada waktu itu yang menjadi imam besar adalah Isakhar.
8. Ketika melihat Yoakim bersama dengan rombongannya membawa persembahan, ia mencemooh Yoakim dan persembahannya, katanya
9 “Mengapa dia yang tidak punya keturunan berani tampil di antara mereka yang punya.” Sambil menambahkan, bahwa persembahannya tidak akan diterima oleh Tuhan, yang menganggapnya tidak layak mempunyai anak; menurut Kitab Suci, celakalah barangsiapa yang tidak mempunyai putera di Israel.
10. Selanjutnya ia berkata, Yoakim seharusnya melepaskan diri dari kutuk dengan mendapatkan anak dulu, baru kemudian datang dengan membawa persembahannya di hadirat Tuhan.
11. Namun Yoakim yang sangat malu karena cemoohan itu, mengundurkan diri ke tempat para gembala, yang menjaga ternak mereka di padang;
12. Ia tidak berani pulang ke rumahnya, sebab setidaknya tetangga-tetangga yang ada bersamanya dan mendengar semua perkataan imam besar, akan menghinanya di depan umum dengan cara yang sama.
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
Oleh : Bambang Kuss
Sepatah Kata Pengantar Dari Penerjemah
Injil adalah salah satu ragam sastera di masa Perjanjian Baru. Sebelum dituliskan, injil-injil terlebih dahulu berkembang sebagai tradisi lisan di dalam masyarakat. Di dalam pembukaan Injil yang ditulisnya, Santo Lukas mengatakan: “Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.” (Luk 1:1-2). Mungkin Lukas telah melihat ada yang benar dan ada yang salah dalam tulisan-tulisan Injil yang sudah beredar, sehingga ketika hendak menyusun Injilnya, ia mengadakan penyelidikan dengan seksama dari mulanya (bdk Luk 1:3).
Injil Kelahiran Maria termasuk injil-injil yang berangkat dari tradisi, yang diperkirakan berasal dari abad kedua. Karena tidak termasuk dalam kanon (daftar Kitab Suci) Perjanjian Baru, maka Injil Kelahiran Maria termasuk golongan Injil Apokrif. Ini tidak berarti apa yang tertulis di dalamnya keliru semua, melainkan ada yang benar, yang didukung oleh tradisi.
Injil Kelahiran Maria
BAB 1
1 Perawan Maria yang kudus dan mulia, yang terbit dari suku rajawi dan keluarga Daud, dilahirkan di kota Nazaret, dan dididik di Yerusalem, di Bait Allah Tuhan.
2 Nama ayahnya adalah Yoakim dan ibunya Hana. Keluarga ayahnya berasal dari Galilea dan dari kota Nazaret. Keluarga ibunya berasal dari Betlehem.
3. Mereka hidup lurus dan benar di mata Tuhan, saleh dan tanpa cela di hadapan manusia. Sebab mereka membagikan seluruh milik mereka menjadi tiga bagian:
4. Salah satu bagian mereka peruntukkan bagi Bait Allah dan petugas Bait Allah; sebagian yang lain diperuntukkan bagi orang asing dan orang miskin; dan bagian yang ketiga bagi diri mereka dan digunakan untuk keluarga mereka sendiri.
5. Dengan cara itulah mereka hidup selama dua puluh tahun secara murni, berkenan pada Allah, disukai sesama, namun tidak punya keturunan.
6. Namun mereka bernazar, sekiranya Tuhan berkenan memberikan anak, mereka akan membaktikan anak itu kepada Tuhan; karena itu mereka pergi beribadat di Bait Allah pada setiap perayaan. .
7. Demikianlah maka menjelang perayaan cahaya, Yoakim dan teman-temannya yang satu puak pergi ke Yerusalem, dan pada waktu itu yang menjadi imam besar adalah Isakhar.
8. Ketika melihat Yoakim bersama dengan rombongannya membawa persembahan, ia mencemooh Yoakim dan persembahannya, katanya
9 “Mengapa dia yang tidak punya keturunan berani tampil di antara mereka yang punya.” Sambil menambahkan, bahwa persembahannya tidak akan diterima oleh Tuhan, yang menganggapnya tidak layak mempunyai anak; menurut Kitab Suci, celakalah barangsiapa yang tidak mempunyai putera di Israel.
10. Selanjutnya ia berkata, Yoakim seharusnya melepaskan diri dari kutuk dengan mendapatkan anak dulu, baru kemudian datang dengan membawa persembahannya di hadirat Tuhan.
11. Namun Yoakim yang sangat malu karena cemoohan itu, mengundurkan diri ke tempat para gembala, yang menjaga ternak mereka di padang;
12. Ia tidak berani pulang ke rumahnya, sebab setidaknya tetangga-tetangga yang ada bersamanya dan mendengar semua perkataan imam besar, akan menghinanya di depan umum dengan cara yang sama.
Langganan:
Postingan (Atom)
