BAB II
1 Setelah di tempat itu beberapa lama, pada suatu hari ketika ia sendirian, malaikat Allah berdiri di hadapannya dengan cahaya yang menyilaukan.
2 Kepadanya yang terkejut karena penampakan itu, malaikat yang menampakkan diri itu menghibur, katanya:
3 “Jangan takut, Yoakim, jangan terkejut karena melihat aku, sebab aku malaikat yang diutus Allah kepadamu, supaya aku memberitahukan kepadamu, bahwa doamu sudah didengarkan, dan segala dermamu naik ke hadapan Allah
4 Karena Dia telah menyaksikan betapa kamu malu, dan telah mendengarkan hinaan yang tidak adil karena kamu tidak punya anak: sebab Tuhan menghukum dosa, bukan kodrat;
5 Maka ketika Ia menutup rahim seseorang, Ia melakukannya dengan maksud ini, supaya dengan cara yang lebih ajaib Ia membukanya kembali, sehingga yang dilahirkan bukanlah hasil nafsu, tetapi karunia Allah.
6 Bukankah ibu leluhur bangsamu Sara mandul sampai usianya delapan puluh tahun? Sekalipun begitu pada akhirnya ia melahirkan Ishak pada masa tuanya, dan pada anaknya itu ada janji berkat bagi segala bangsa .
7 Rahel juga yang sungguh dikasihi Allah, dan sangat dicintai oleh Yakub yang kudus tetap mandul sampai lama, tetapi sesudahnya ia menjadi ibu Yusuf yang bukan saja menjadi penguasa di Mesir, tetapi juga membebaskan banyak bangsa dari kematian karena lapar
8 Siapa di antara hakim-hakim yang lebih perkasa dari Simson, atau lebih kudus dari Samuel? Namun ibu-ibu mereka sama-sama mandul
9 Jika semua ini tidak meyakinkan kamu akan kebenaran perkataanku, bahwa ada banyak orang mengandung di masa tua, dan bahwa mereka yang mandul kemudian melahirkan sehingga menimbulkan keheranan besar, maka Hana isterimu akan melahirkan bagimu seorang anak perempuan, dan kamu akan menamainya Maria;
10 Dia akan dibaktikan kepada Allah dari masa kecilnya, dan akan penuh dengan Roh Kudus sejak dalam kandungan ibunya .
11 Ia tak akan makan atau minum sesuatu yang haram, dan iapun tidak akan bergaul dengan orang kebanyakan, melainkan berada di dalam bait Allah; itu supaya ia tidak dihinakan atau dicurigakan melakukan apa yang buruk.
12 Maka ketika ia bertumbuh nanti, sebagaimana ia sendiri dilahirkan dengan cara yang ajaib dari seorang yang mandul, maka sewaktu ia masih perawan, dengan cara yang tiada duanya, ia akan melahirkan Putera Allah yang Mahatinggi, yang akan dinamai Yesus, dan sesuai dengan arti namaNya, Ia akan menjadi Penyelamat segala bangsa (Mat 1:21).
13 Dan inilah tandanya bagimu dari semua yang telah kukatakan, yaitu, ketika kamu sampai di Gerbang Emas Yerusalem, kamu akan menjumpai Hana yang sangat cemas karena kamu tidak segera pulang, dan dia akan bersuka cita menjumpai engkau.”
14 Setelah mengatakan semuanya itu, malaikat itupun pergi meninggalkan dia.
Gerejani. Dogma. Kitab Suci. Pewartaan. Liturgi. Ajaran Sosial. Psikologi. Relasi.
Tampilkan postingan dengan label Santa Anna; Tradisi; Injil Apokrif; Injil Kelahiran Maria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santa Anna; Tradisi; Injil Apokrif; Injil Kelahiran Maria. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 Juli 2010
Jumat, 02 Juli 2010
Tentang Santa Anna, Injil Kelahiran Maria
Injil Kelahiran Maria
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
Oleh : Bambang Kuss
Sepatah Kata Pengantar Dari Penerjemah
Injil adalah salah satu ragam sastera di masa Perjanjian Baru. Sebelum dituliskan, injil-injil terlebih dahulu berkembang sebagai tradisi lisan di dalam masyarakat. Di dalam pembukaan Injil yang ditulisnya, Santo Lukas mengatakan: “Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.” (Luk 1:1-2). Mungkin Lukas telah melihat ada yang benar dan ada yang salah dalam tulisan-tulisan Injil yang sudah beredar, sehingga ketika hendak menyusun Injilnya, ia mengadakan penyelidikan dengan seksama dari mulanya (bdk Luk 1:3).
Injil Kelahiran Maria termasuk injil-injil yang berangkat dari tradisi, yang diperkirakan berasal dari abad kedua. Karena tidak termasuk dalam kanon (daftar Kitab Suci) Perjanjian Baru, maka Injil Kelahiran Maria termasuk golongan Injil Apokrif. Ini tidak berarti apa yang tertulis di dalamnya keliru semua, melainkan ada yang benar, yang didukung oleh tradisi.
Injil Kelahiran Maria
BAB 1
1 Perawan Maria yang kudus dan mulia, yang terbit dari suku rajawi dan keluarga Daud, dilahirkan di kota Nazaret, dan dididik di Yerusalem, di Bait Allah Tuhan.
2 Nama ayahnya adalah Yoakim dan ibunya Hana. Keluarga ayahnya berasal dari Galilea dan dari kota Nazaret. Keluarga ibunya berasal dari Betlehem.
3. Mereka hidup lurus dan benar di mata Tuhan, saleh dan tanpa cela di hadapan manusia. Sebab mereka membagikan seluruh milik mereka menjadi tiga bagian:
4. Salah satu bagian mereka peruntukkan bagi Bait Allah dan petugas Bait Allah; sebagian yang lain diperuntukkan bagi orang asing dan orang miskin; dan bagian yang ketiga bagi diri mereka dan digunakan untuk keluarga mereka sendiri.
5. Dengan cara itulah mereka hidup selama dua puluh tahun secara murni, berkenan pada Allah, disukai sesama, namun tidak punya keturunan.
6. Namun mereka bernazar, sekiranya Tuhan berkenan memberikan anak, mereka akan membaktikan anak itu kepada Tuhan; karena itu mereka pergi beribadat di Bait Allah pada setiap perayaan. .
7. Demikianlah maka menjelang perayaan cahaya, Yoakim dan teman-temannya yang satu puak pergi ke Yerusalem, dan pada waktu itu yang menjadi imam besar adalah Isakhar.
8. Ketika melihat Yoakim bersama dengan rombongannya membawa persembahan, ia mencemooh Yoakim dan persembahannya, katanya
9 “Mengapa dia yang tidak punya keturunan berani tampil di antara mereka yang punya.” Sambil menambahkan, bahwa persembahannya tidak akan diterima oleh Tuhan, yang menganggapnya tidak layak mempunyai anak; menurut Kitab Suci, celakalah barangsiapa yang tidak mempunyai putera di Israel.
10. Selanjutnya ia berkata, Yoakim seharusnya melepaskan diri dari kutuk dengan mendapatkan anak dulu, baru kemudian datang dengan membawa persembahannya di hadirat Tuhan.
11. Namun Yoakim yang sangat malu karena cemoohan itu, mengundurkan diri ke tempat para gembala, yang menjaga ternak mereka di padang;
12. Ia tidak berani pulang ke rumahnya, sebab setidaknya tetangga-tetangga yang ada bersamanya dan mendengar semua perkataan imam besar, akan menghinanya di depan umum dengan cara yang sama.
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
Oleh : Bambang Kuss
Sepatah Kata Pengantar Dari Penerjemah
Injil adalah salah satu ragam sastera di masa Perjanjian Baru. Sebelum dituliskan, injil-injil terlebih dahulu berkembang sebagai tradisi lisan di dalam masyarakat. Di dalam pembukaan Injil yang ditulisnya, Santo Lukas mengatakan: “Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.” (Luk 1:1-2). Mungkin Lukas telah melihat ada yang benar dan ada yang salah dalam tulisan-tulisan Injil yang sudah beredar, sehingga ketika hendak menyusun Injilnya, ia mengadakan penyelidikan dengan seksama dari mulanya (bdk Luk 1:3).
Injil Kelahiran Maria termasuk injil-injil yang berangkat dari tradisi, yang diperkirakan berasal dari abad kedua. Karena tidak termasuk dalam kanon (daftar Kitab Suci) Perjanjian Baru, maka Injil Kelahiran Maria termasuk golongan Injil Apokrif. Ini tidak berarti apa yang tertulis di dalamnya keliru semua, melainkan ada yang benar, yang didukung oleh tradisi.
Injil Kelahiran Maria
BAB 1
1 Perawan Maria yang kudus dan mulia, yang terbit dari suku rajawi dan keluarga Daud, dilahirkan di kota Nazaret, dan dididik di Yerusalem, di Bait Allah Tuhan.
2 Nama ayahnya adalah Yoakim dan ibunya Hana. Keluarga ayahnya berasal dari Galilea dan dari kota Nazaret. Keluarga ibunya berasal dari Betlehem.
3. Mereka hidup lurus dan benar di mata Tuhan, saleh dan tanpa cela di hadapan manusia. Sebab mereka membagikan seluruh milik mereka menjadi tiga bagian:
4. Salah satu bagian mereka peruntukkan bagi Bait Allah dan petugas Bait Allah; sebagian yang lain diperuntukkan bagi orang asing dan orang miskin; dan bagian yang ketiga bagi diri mereka dan digunakan untuk keluarga mereka sendiri.
5. Dengan cara itulah mereka hidup selama dua puluh tahun secara murni, berkenan pada Allah, disukai sesama, namun tidak punya keturunan.
6. Namun mereka bernazar, sekiranya Tuhan berkenan memberikan anak, mereka akan membaktikan anak itu kepada Tuhan; karena itu mereka pergi beribadat di Bait Allah pada setiap perayaan. .
7. Demikianlah maka menjelang perayaan cahaya, Yoakim dan teman-temannya yang satu puak pergi ke Yerusalem, dan pada waktu itu yang menjadi imam besar adalah Isakhar.
8. Ketika melihat Yoakim bersama dengan rombongannya membawa persembahan, ia mencemooh Yoakim dan persembahannya, katanya
9 “Mengapa dia yang tidak punya keturunan berani tampil di antara mereka yang punya.” Sambil menambahkan, bahwa persembahannya tidak akan diterima oleh Tuhan, yang menganggapnya tidak layak mempunyai anak; menurut Kitab Suci, celakalah barangsiapa yang tidak mempunyai putera di Israel.
10. Selanjutnya ia berkata, Yoakim seharusnya melepaskan diri dari kutuk dengan mendapatkan anak dulu, baru kemudian datang dengan membawa persembahannya di hadirat Tuhan.
11. Namun Yoakim yang sangat malu karena cemoohan itu, mengundurkan diri ke tempat para gembala, yang menjaga ternak mereka di padang;
12. Ia tidak berani pulang ke rumahnya, sebab setidaknya tetangga-tetangga yang ada bersamanya dan mendengar semua perkataan imam besar, akan menghinanya di depan umum dengan cara yang sama.
Langganan:
Postingan (Atom)
