Tampilkan postingan dengan label Santa Anna; Tradisi; Injil Apokrif; Proto-Injil Yakobus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santa Anna; Tradisi; Injil Apokrif; Proto-Injil Yakobus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juli 2010

Tentang St Anna, Proto-Injil St Yakobus, Bab 3

PROTO-INJIL SANTO YAKOBUS
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
oleh: Bambang Kuss

Bab 3
1. Dan ketika ia menengadah dilihatnya sebuah sarang burung pipit di antara daun-daun salam. 2. Ia mengeluh di dalam hati, katanya, “Wahai diriku, siapa yang memperanakkan aku? rahim siapakah yang melahirkan aku, sehingga aku menanggung aib ini di hadapan anak-anak Israel, sehingga mereka menghinakan dan mencemooh aku di rumah Tuhanku? Wahai diriku, dengan apa aku ini bisa dibandingkan? 3. Tak dapat aku dibandingkan dengan hewan-hewan yang paling ganas di bumi, sebab bahkan hewan bumi yang paling ganas pun punya keturunan di hadapanMu, ya Tuhan! Wahai diriku, dengan apa aku bisa dibandingkan? 4. Tak dapat aku dibandingkan dengan hewan-hewan rendah di bumi, sebab bahkan hewan bumi yang rendah pun punya keturunan di hadapanMu, ya Tuhan! Wahai diriku, dengan apa aku bisa dibandingkan? 5. Tak dapat aku dibandingkan dengan semua air ini, sebab segala air berbuah di hadapanMu, ya Tuhan! Wahai diriku, dengan apa aku bisa dibandingkan? 6. Tak dapat aku dibandingkan dengan ombak di laut, sebab ombak, entah tenang, entah bergerak, punya ikan-ikan di dalamnya, dan memuliakan Engkau, ya Tuhan! Wahai diriku, dengan apa aku bisa dibandingkan? 7. Tak dapat aku dibandingkan dengan bumi, sebab bumi menghasilkan buahnya dan memuji Dikau, ya Tuhan!”

Selasa, 06 Juli 2010

Tentang St Anna, Proto-Injil St Yakobus Bab 2

PROTO-INJIL SANTO YAKOBUS
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
oleh: Bambang Kuss

Bab 2
1. Sementara itu Hana (*) , isterinya sangat sedih dan bingung karena dua sebab, dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku akan meratapi baik keadaanku yang menjanda ditinggal suamiku maupun kemandulanku.” 2. Dan menjelang suatu hari raya Tuhan, Yudit, hambanya, berkata: “Sampai berapa lama engkau akan menyiksa jiwamu? Hari raya Tuhan sudah mendekat, tidak baik bagi seseorang untuk berdukacita. 3. Karena itu kenakanlah pakaian terbaik, yang diberikan oleh orang yang membuatnya bagimu, sebab tidak cocok jika aku, seorang hamba, memakainya, tetapi pakaian itu sangat cocok bagimu yang lebih mulia.” 4. Tapi Hana menjawab, “Pergilah dariku, aku tidak pantas untuk pakaian seperti itu, selain itu Tuhan sungguh membuatku hina, 4. aku takut orang keliru memberikan ini padamu dan kamu datang menambah parah keadaan dosaku”. 6. Lalu Yudit hambanya itu menjawab, “Kejahatan apa lagi yang kutimpakan padamu jika engkau tidak mendengarkan aku? 7. Aku tak ingin menambah besar kutuk yang engkau sandang, bahwa Allah menutup rahimmu, sehingga engkau tidak bisa menjadi seorang ibu di Israel.” 8. Atas perkataan itu Hana bertambah semakin sedih, dan setelah mengenakan gaun perkawinannya, pada pukul tiga sore ia berjalan-jalan di kebunnya, 9. dan ia melihat sebatang pohon salam, lalu ia duduk di bawah pohon itu, dan berdoa kepada Tuhan, katanya: 10. “Ya Allah para leluhurku, turunkanlah berkatMu kepadaku dan dengarkanlah doaku, seperti Engkau telah mendatangkan berkat pada rahim Sara, dan memberikan kepadanya seorang putera, Ishak.”(**)


(*) Hana(h) adalah nama Ibrani. Nama ini ditransliterasikan ke dalam berbagai bahasa lain menjadi Ann, Anna, atau Anne. Dalam transliterasi nama Ibrani itu, Kitab Suci Indonesia menggunakan Hana (Mis Hana isteri Tobit, ibu Tobias, Tob 1:9 dan nabiah dalam Luk 2:36-38), sedang bacaan-bacaan di luar Kitab Suci pada umumnya menggunakan Anna.

(**) Kej 21:2

Jumat, 02 Juli 2010

Tentang Santa Anna, Proto-Injil Yakobus

PROTO-INJIL SANTO YAKOBUS
Diterjemahkan secara longgar, artinya tidak harfiah
oleh: Bambang Kuss

Bab 1
1. Dalam riwayat kedua-belas suku Israel kita membaca ada seseorang yang bernama Yoakhim, yang sangat kaya, yang menyampaikan persembahan kepada Tuhan Allah dua kali lipat, dengan keyakinan: “persembahanku niscaya menjadi berkat bagi semua orang, dan karenanya aku akan mendapat kerahiman Tuhan Allah demi pengampunan dosa-dosaku”. 2. Namun pada suatu hari raya Tuhan, ketika anak-anak Israel menyampaikan persembahan mereka dan Yoakhim juga hendak menyampaikan persembahannya, Ruben, imam besar, menolak dia, katanya, “Tidak sepantasnya kamu menyampaikan persembahan, mengingat kamu belum punya anak keturunan dalam Israel.” 3. Kata-kata ini membuat Yoakhim sangat sedih, sehingga ia pergi menemui petugas pencatat silsilah kedua belas suku, untuk melihat apakah hanya dirinya saja yang tidak punya keturunan. 4. Dari penyelidikan itu diketahuinya semua orang benar mempunyai benih di Israel: 5. Lalu ia teringat bapa-bangsa Abraham, Bagaimana Tuhan memberi dia anak, yaitu Ishak, pada bagian akhir hidupnya; ingatan itu membuat Yoakhim amat sangat sedih, dan ia tidak mau pulang menemui isterinya; 6. ia pergi ke padang gurun, mendirikan tenda di sana, dan berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku tak akan makan atau pun minum, sampai Tuhan Allahku berkenan memandang diriku, dan doaku adalah makananku dan minumanku.”