Ensiklik Paus Benediktus XVI
Tahun 2005
terjemahan FX Bambang Kussriyanto
(Kumpluan excerpts di bawah ini pernah diposkan dalam Akun Facebook Bambang Kuss; untuk menyesuaikan ketentuan posting maksimum 420 karakter, sebagian excerpts tidak mengikuti terjemahan harfiah, tapi tidak menyimpang dari maksud aslinya. Itu dapat dikaji dalam perbandingan dengan Teks Latin di bawahnya)
Negara menjamin kebebasan beragama dan keselarasan hidup antar umat agama yang berbeda. Gereja sendiri sebagai masyarakat merupakan kesaksian sosial iman Kristen, mempunyai hukum sendiri dan disusun menurut iman, diakui oleh Negara. (DCE 28a)
Civitas non debet religionem imponere, sed protegere eius libertatem nec non pacem inter variarum religionum asseclas; Ecclesia, sua ex parte, veluti sociale testimonium christianae fidei, sui iuris est et fide innixa vivit suam rationem communitariam, quam Civitas observare tenetur.
Gerejani. Dogma. Kitab Suci. Pewartaan. Liturgi. Ajaran Sosial. Psikologi. Relasi.
Tampilkan postingan dengan label Allah Adalah Kasih; Deus Caritas Est; Ensiklik; Benediktus XVI; Diakonia; Bagian Kedua; Artikel 19-28. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah Adalah Kasih; Deus Caritas Est; Ensiklik; Benediktus XVI; Diakonia; Bagian Kedua; Artikel 19-28. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Mei 2013
Jumat, 17 Juni 2011
Deus Caritas Est (Allah Adalah Kasih) Bagian II -- (Angsuran Pertama)
Ensiklik I Paus Benediktus XVI
Tahun 2005
Diterjemahkan FX Bambang Kussriyanto
(Kumpluan excerpts di bawah ini pernah diposkan dalam Akun Facebook Bambang Kuss; untuk menyesuaikan ketentuan posting maksimum 420 karakter, sebagian excerpts tidak mengikuti terjemahan harfiah, tapi tidak menyimpang dari maksud aslinya. Itu dapat dikaji dalam perbandingan dengan Teks Latin di bawahnya)
Kita telah memandang Dia yang tertusuk tombak di Salib (bdk Yoh 19:37; Za 12:10), mengenali rencana Bapa yang karena kasih (bdk Yoh 3:16) mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia menebus manusia.(DCE 19)
Oculos nostros defigere potuimus in Crucifixo (cfr Io 19, 37; Zach 12, 10), agnoscentes Patris consilium qui, amore permotus (cfr Io 3, 16), in mundum misit unigenitum Filium hominem ut redimeret.
Dengan wafat di Salib – seperti dikatakan St Yohanes – Yesus “menyerahkan nyawa-Nya” (Yoh 19:30), mendahului pemberian Roh Kudus yang dilakukan-Nya setelah Kebangkitan (bdk Yoh 20:22). Ini adalah pemenuhan janji tentang “aliran-aliran air hidup” yang akan melimpah keluar dari hati kaum beriman, melalui pencurahan Roh Kudus (bdk Yoh 7:38-39). (DCE 19)
In cruce emoriens Iesus — quemadmodum evangelista refert — « emisit spiritum » (cfr Io 19, 30), praenuntium illius Spiritus Sancti doni quod post resurrectionem ipse erat tributurus (cfr Io 20, 22). Sic futurum erat ut promissio « aquae vivae fluminum » compleretur, quae propter effusum Spiritum fluctura erant ex credentium cordibus (cfr Io 7, 38-39).
Roh Kudus bekerja dalam batin menyelaraskan hati kaum beriman dengan hati Kristus dan menggerakkan mereka agar mengasihi para saudara mereka seperti Kristus mengasihi para murid, ketika Ia membungkuk mencuci kaki para murid (bdk Yoh 13:1-13) dan terutama ketika Ia menyerahkan nyawa-Nya demi kita (bdk Yoh 13:1; 15:13).
Est enim Spiritus interior illa potestas quae eorum corda cum Christi corde conciliat eosque permovet ut fratres et illi ament, sicut ipse eos amavit cum pedes discipulorum abluturus (cfr Io 13, 1-13) sese inclinavisset et in primis cum suam vitam pro omnibus donasset (cfr 13, 1; 15, 13).
Seluruh karya Gereja adalah ungkapan kasih yang mengusahakan kesejahteraan total manusia: menyebarkan kabar gembira melalui Sabda dan sakramen,…; upaya memajukan manusia di pelbagai bidang hidup dan kegiatannya. Kasih merupakan pelayanan yang dilaksanakan Gereja untuk senantiasa memerhatikan penderitaan dan kebutuhan manusia, termasuk kebutuhan material. (DCE 19)
Omnis Ecclesiae opera amoris est declaratio qui totum hominis bonum conquirit: eius nempe evangelizationem quaerit per Verbum ac Sacramenta, quod opus totiens suis in actibus historicis fuit revera heroicum; progressionem eius inquirit variis etiam in vitae industriaeque humanae condicionibus. Quapropter ministerium amor est quod Ecclesia exsequitur ut perpetuo doloribus ac necessitatibus, etiam corporeis, hominum occurrat.
Tahun 2005
Diterjemahkan FX Bambang Kussriyanto
(Kumpluan excerpts di bawah ini pernah diposkan dalam Akun Facebook Bambang Kuss; untuk menyesuaikan ketentuan posting maksimum 420 karakter, sebagian excerpts tidak mengikuti terjemahan harfiah, tapi tidak menyimpang dari maksud aslinya. Itu dapat dikaji dalam perbandingan dengan Teks Latin di bawahnya)
Kita telah memandang Dia yang tertusuk tombak di Salib (bdk Yoh 19:37; Za 12:10), mengenali rencana Bapa yang karena kasih (bdk Yoh 3:16) mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia menebus manusia.(DCE 19)
Oculos nostros defigere potuimus in Crucifixo (cfr Io 19, 37; Zach 12, 10), agnoscentes Patris consilium qui, amore permotus (cfr Io 3, 16), in mundum misit unigenitum Filium hominem ut redimeret.
Dengan wafat di Salib – seperti dikatakan St Yohanes – Yesus “menyerahkan nyawa-Nya” (Yoh 19:30), mendahului pemberian Roh Kudus yang dilakukan-Nya setelah Kebangkitan (bdk Yoh 20:22). Ini adalah pemenuhan janji tentang “aliran-aliran air hidup” yang akan melimpah keluar dari hati kaum beriman, melalui pencurahan Roh Kudus (bdk Yoh 7:38-39). (DCE 19)
In cruce emoriens Iesus — quemadmodum evangelista refert — « emisit spiritum » (cfr Io 19, 30), praenuntium illius Spiritus Sancti doni quod post resurrectionem ipse erat tributurus (cfr Io 20, 22). Sic futurum erat ut promissio « aquae vivae fluminum » compleretur, quae propter effusum Spiritum fluctura erant ex credentium cordibus (cfr Io 7, 38-39).
Roh Kudus bekerja dalam batin menyelaraskan hati kaum beriman dengan hati Kristus dan menggerakkan mereka agar mengasihi para saudara mereka seperti Kristus mengasihi para murid, ketika Ia membungkuk mencuci kaki para murid (bdk Yoh 13:1-13) dan terutama ketika Ia menyerahkan nyawa-Nya demi kita (bdk Yoh 13:1; 15:13).
Est enim Spiritus interior illa potestas quae eorum corda cum Christi corde conciliat eosque permovet ut fratres et illi ament, sicut ipse eos amavit cum pedes discipulorum abluturus (cfr Io 13, 1-13) sese inclinavisset et in primis cum suam vitam pro omnibus donasset (cfr 13, 1; 15, 13).
Seluruh karya Gereja adalah ungkapan kasih yang mengusahakan kesejahteraan total manusia: menyebarkan kabar gembira melalui Sabda dan sakramen,…; upaya memajukan manusia di pelbagai bidang hidup dan kegiatannya. Kasih merupakan pelayanan yang dilaksanakan Gereja untuk senantiasa memerhatikan penderitaan dan kebutuhan manusia, termasuk kebutuhan material. (DCE 19)
Omnis Ecclesiae opera amoris est declaratio qui totum hominis bonum conquirit: eius nempe evangelizationem quaerit per Verbum ac Sacramenta, quod opus totiens suis in actibus historicis fuit revera heroicum; progressionem eius inquirit variis etiam in vitae industriaeque humanae condicionibus. Quapropter ministerium amor est quod Ecclesia exsequitur ut perpetuo doloribus ac necessitatibus, etiam corporeis, hominum occurrat.
Langganan:
Postingan (Atom)


